Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengumumkan perubahan kurikulum baru untuk Sekolah Dasar (SD) yang akan diterapkan mulai tahun ajaran 2026/2027.
Perubahan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar di Indonesia.
Menteri Pendidikan dalam konferensi pers menjelaskan bahwa kurikulum baru ini lebih menekankan pada pengembangan karakter, literasi digital, dan keterampilan abad 21. "Kami ingin mempersiapkan anak-anak Indonesia menghadapi tantangan masa depan dengan bekal yang memadai," ujarnya.
Salah satu perubahan utama adalah pengurangan beban mata pelajaran akademik dan penambahan jam untuk kegiatan ekstrakurikuler dan proyek kolaboratif.
Siswa akan lebih banyak belajar melalui praktik dan pengalaman langsung dibandingkan teori di kelas.
Kurikulum baru juga mengintegrasikan pembelajaran coding dan kecerdasan buatan sejak kelas 4 SD. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mempersiapkan generasi yang melek teknologi sejak dini.
Guru-guru SD akan mengikuti pelatihan intensif selama 6 bulan untuk mempersiapkan implementasi kurikulum baru ini.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 5 triliun untuk program pelatihan guru di seluruh Indonesia.
Para ahli pendidikan menyambut positif perubahan ini.
Mereka menilai bahwa kurikulum yang lebih fleksibel dan berorientasi pada keterampilan akan lebih relevan dengan kebutuhan zaman sekarang. Namun, mereka juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi yang ketat selama implementasi. (*)