EKONOMI

Bidik Industri EV, RI Bangun Pabrik Truk Listrik di Cilegon

Admin-Editor 18 April 2026 2 menit baca
CENDEKIA MEDIA - Indonesia bersiap memperkuat posisinya dalam industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV) melalui pembangunan pabrik truk listrik pertama di Tanah Air. Proyek dengan nilai investasi mencapai Rp10 triliun ini akan berlokasi di Cilegon, Banten.

Pabrik tersebut digarap oleh Nusantara Halid Group (NH Group) bersama Grand Seleron Indonesia (GSI) dengan menggandeng mitra asal China, Cang Kuang Mining Machinery (CKMM). Fasilitas produksi ini direncanakan menjadi basis manufaktur baru untuk kendaraan listrik sektor berat di Indonesia.

Direktur Utama PT Nusantara Halid, Andy Nursyam Halid, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan pabrik, melainkan langkah strategis membangun ekosistem industri kendaraan listrik nasional.

“NH Grup juga mengajak beberapa pabrik suku cadang terkait, antara lain Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd, pabrik Battery Energy Storage yang berlokasi di Changzhou, China, untuk menyuplai baterai bagi CKMM” ujarnya.

Selain memproduksi truk listrik, pabrik ini juga akan mengembangkan alat berat dan tongkang berbasis listrik. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan industri pertambangan dan logistik yang mulai beralih ke energi ramah lingkungan.

Pada tahap awal, proyek ini telah mengamankan lahan seluas 8 hektare di kawasan industri Cilegon sejak Februari 2026. Ke depan, area pengembangan direncanakan meluas hingga 50 hektare guna mendukung kapasitas produksi yang lebih besar.

Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat memberikan dampak luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja sampai dengan transfer teknologi. Sejumlah pemasok global, termasuk produsen baterai dari China, juga akan dilibatkan dalam proyek ini guna memastikan keberlanjutan pasokan dan penguatan teknologi.

Pembangunan pabrik truk listrik ini menambah daftar investasi besar di sektor kendaraan listrik nasional. Sebelumnya, sejumlah produsen otomotif global juga telah menanamkan modal di Indonesia, memperkuat ambisi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok EV di Asia Tenggara.

Dengan dukungan kawasan industri yang telah mapan di Cilegon, proyek ini diharapkan menjadi katalis bagi percepatan transisi energi bersih sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis industri hijau. (*)
Twitter Versi Lengkap