Cendekia Media

Breaking

Rupiah Terpuruk ke Rp17.188 per Dolar, Rekor Terendah

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, termasuk ketidakpastian ekonomi dunia dan meningkatnya tensi geopolitik.

Admin-Editor

Admin-Editor

18 April 2026, 07:04 · 2 menit baca

2
Rupiah Terpuruk ke Rp17.188 per Dolar, Rekor Terendah
CENDEKIA MEDIA - Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah. Pada perdagangan terbaru, rupiah ambruk hingga menyentuh level Rp17.188 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan ini memperpanjang tren negatif mata uang Garuda yang dalam beberapa waktu terakhir terus berada di bawah tekanan. Sebelumnya, rupiah juga sempat bergerak di kisaran Rp17.100 per dolar AS, menandakan tekanan yang belum mereda.

Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh sejumlah faktor global, termasuk ketidakpastian ekonomi dunia dan meningkatnya tensi geopolitik. Kondisi tersebut mendorong penguatan dolar AS dan memicu arus keluar modal dari negara berkembang, termasuk Indonesia.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah kembali tertekan hingga ke level terendah sepanjang sejarah.

"Rupiah kembali melemah cukup besar dan mencatatkan rekor terlemah sejarah. Sentimen negatif domestik masih menjadi pemicu utama perlemahan rupiah," ujar Lukman.

Menurut Lukman, kendati indeks dolar AS sedikit rebound, angkanya masih tidak jauh dari level terendah dalam 6 pekan terakhir.
 Di sisi lain, bank sentral terus melakukan berbagai langkah stabilisasi untuk meredam gejolak nilai tukar. Intervensi di pasar valuta asing hingga kebijakan moneter menjadi upaya yang ditempuh untuk menjaga kestabilan rupiah di tengah tekanan eksternal.

Meski demikian, pelemahan rupiah ke level Rp17.188 per dolar AS menjadi sinyal serius bagi perekonomian nasional. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap harga impor serta memperbesar beban utang luar negeri.

Pemerintah dan otoritas keuangan kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus memastikan kepercayaan investor tetap terjaga di tengah dinamika global yang belum pasti. (*)

Baca versi AMP (cepat) →

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!