CENDEKIA MEDIA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara terkait lonjakan harga BBM nonsubsidi yang terjadi di Indonesia pada Sabtu, (1/4/2026). Kenaikan tersebut disebut sebagai dampak dari dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar yang terus berfluktuasi.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan mekanisme yang mengikuti kondisi pasar global. “Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar,” ujarnya.
PT Pertamina (Persero) tercatat telah menaikkan sejumlah jenis BBM nonsubsidi. Pertamax Turbo kini mencapai Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Sementara Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp23.900 per liter.
Meski terjadi lonjakan pada BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.
Pemerintah menegaskan akan menjaga stabilitas harga BBM subsidi hingga akhir tahun demi melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Selain itu, transparansi dan daya saing harga juga menjadi perhatian agar tidak menimbulkan distorsi di pasar. “Kita pasti bisa melewati kondisi ini dengan kerja sama dan dukungan masyarakat,” tambah Anggia. (*)
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan mekanisme yang mengikuti kondisi pasar global. “Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar,” ujarnya.
PT Pertamina (Persero) tercatat telah menaikkan sejumlah jenis BBM nonsubsidi. Pertamax Turbo kini mencapai Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter. Sementara Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter dan Pertamina Dex menjadi Rp23.900 per liter.
Meski terjadi lonjakan pada BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Solar subsidi Rp6.800 per liter.
Pemerintah menegaskan akan menjaga stabilitas harga BBM subsidi hingga akhir tahun demi melindungi daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Selain itu, transparansi dan daya saing harga juga menjadi perhatian agar tidak menimbulkan distorsi di pasar. “Kita pasti bisa melewati kondisi ini dengan kerja sama dan dukungan masyarakat,” tambah Anggia. (*)