Cendekia Media

Breaking

Yunani Siap Blokir Medsos Anak di Bawah 15 Tahun

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak negatif media sosial pada kesehatan mental anak.

Admin-Editor

Admin-Editor

18 April 2026, 10:12 · 2 menit baca

3
Yunani Siap Blokir Medsos Anak di Bawah 15 Tahun
CENDEKIA MEDIA - Pemerintah Yunani berencana mengambil langkah tegas dengan memblokir akses media sosial bagi anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Kebijakan ini menargetkan platform populer seperti TikTok, Instagram, dan YouTube.

Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, menyatakan bahwa aturan ini akan mulai diterapkan pada 2027. Langkah tersebut diambil sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak negatif media sosial pada kesehatan mental anak.

"Jika sesuatu membuat kita merasa lebih cemas atau merasa lebih buruk dari diri kita yang sebenarnya, maka mungkin yang terbaik adalah kita menghentikannya," ujar Mitsotakis dalam sebuah video yang diunggaklh ke media sosial, dikutip dari Associated Press (AP) News, Sabtu (18/4)

Menurut pemerintah, penggunaan media sosial yang berlebihan telah dikaitkan dengan berbagai masalah, seperti kecemasan, gangguan tidur, hingga kecanduan digital pada anak dan remaja.

Melalui kebijakan ini, platform digital diwajibkan melakukan verifikasi usia pengguna secara ketat. Jika melanggar, perusahaan teknologi dapat dikenai sanksi berat, termasuk denda besar.

Pemerintah Yunani menegaskan bahwa kebijakan ini bukan untuk menjauhkan anak dari teknologi, melainkan untuk membatasi dampak negatif dari desain platform yang dinilai adiktif. Selain itu, aturan ini juga diharapkan mendorong perlindungan anak secara lebih luas di tingkat Uni Eropa.

Langkah Yunani ini mengikuti tren global. Sejumlah negara lain seperti Prancis dan Australia juga telah lebih dulu menerapkan pembatasan serupa terhadap penggunaan media sosial oleh anak di bawah umur.

Meski mendapat dukungan luas dari masyarakat, kebijakan ini tetap menuai kritik, terutama dari perusahaan teknologi yang menilai aturan tersebut sulit diterapkan dan berpotensi membatasi interaksi sosial anak di era digital. (*)

Baca versi AMP (cepat) →

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!