MAKASSAR, CENDEKIAMEDIA - Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia Sulawesi Selatan (Gapeksindo Sulsel) mendukung Haji Badris Salam maju sebagai calon Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel. Badris akan bersaing dengan Rezza Pratama Said dalam Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD REI Sulsel yang dijadwalkan digelar Oktober 2026.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Gapeksindo Sulsel Amirullah Nur Saenong. Amirullah bahkan menyampaikan dukungan tersebut dari Tanah Suci Makkah.
"Dari Tanah Suci Makkah, kita dukung dan doakan saudara Haji Badris Salam mencalonkan diri sebagai calon Ketua REI Sulsel," kata Amirullah Nur kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).
Amirullah menilai Badris memiliki kapasitas dan pengalaman untuk membawa REI Sulsel menghadapi tantangan industri properti yang semakin kompleks. Menurutnya, Badris juga memiliki kemampuan membangun komunikasi dan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Pak Badris kami lihat sebagai sosok yang punya kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi. Bagi kami di Gapeksindo, hal seperti ini penting karena industri properti tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan sektor konstruksi," ujarnya.
Menurut Amirullah, sektor properti dan konstruksi memiliki mata rantai usaha yang panjang. Ekosistem tersebut melibatkan pengembang, kontraktor, penyedia material, tenaga kerja, perbankan hingga pemerintah.
Karena itu, dia menilai REI Sulsel membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu memperkuat organisasi, tetapi juga menjembatani kepentingan pengusaha properti dengan sektor konstruksi. REI diharapkan dapat menjadi wadah yang aktif mendorong penyelesaian berbagai persoalan dunia usaha dan pembangunan perumahan di Sulsel.
"Tantangan sektor properti ke depan membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi persoalan perizinan, pembiayaan, ketersediaan lahan, pembangunan infrastruktur, hingga akses masyarakat terhadap hunian yang layak," katanya.
Harap REI Sulsel Perkuat Kolaborasi
Amirullah berharap kepemimpinan REI Sulsel ke depan mampu memperkuat ekosistem usaha sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Menurutnya, penguatan kolaborasi lintas asosiasi penting agar sektor properti dan konstruksi dapat tumbuh secara berkelanjutan.
"Harapan kami REI Sulsel ke depan semakin solid, semakin kuat memperjuangkan kepentingan pengusaha, tetapi juga tetap mengambil bagian dalam mendorong pembangunan daerah dan penyediaan hunian bagi masyarakat," ujar Amirullah.
Dia mengatakan Gapeksindo Sulsel siap membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan REI Sulsel apabila Badris mendapat amanah memimpin organisasi tersebut. Kolaborasi itu dinilai dapat memperkuat hubungan antara pengembang dan kontraktor dalam menopang pembangunan properti di Sulsel.
"Kami dari Gapeksindo tentu siap berkolaborasi dengan REI Sulsel. Pengembang membutuhkan kontraktor, begitu juga kontraktor membutuhkan proyek dan ekosistem usaha yang sehat," katanya.
"Kalau ini bisa disinergikan, dampaknya bukan hanya untuk pengusaha, tetapi juga untuk tenaga kerja dan ekonomi Sulsel," sambungnya.
Amirullah menambahkan sinergi REI dengan organisasi pengusaha konstruksi juga dapat didorong untuk meningkatkan kualitas pembangunan perumahan di Sulsel. Gapeksindo, kata dia, siap mendukung agenda bersama yang dapat memperkuat industri konstruksi dan properti.
Dia berharap Musda REI Sulsel nantinya menghasilkan pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen organisasi. Kepemimpinan baru juga diharapkan menjadikan REI Sulsel semakin adaptif serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan sektor perumahan dan properti. (*)
Dukungan tersebut disampaikan Ketua Gapeksindo Sulsel Amirullah Nur Saenong. Amirullah bahkan menyampaikan dukungan tersebut dari Tanah Suci Makkah.
"Dari Tanah Suci Makkah, kita dukung dan doakan saudara Haji Badris Salam mencalonkan diri sebagai calon Ketua REI Sulsel," kata Amirullah Nur kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).
Amirullah menilai Badris memiliki kapasitas dan pengalaman untuk membawa REI Sulsel menghadapi tantangan industri properti yang semakin kompleks. Menurutnya, Badris juga memiliki kemampuan membangun komunikasi dan jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Pak Badris kami lihat sebagai sosok yang punya kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi. Bagi kami di Gapeksindo, hal seperti ini penting karena industri properti tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan sektor konstruksi," ujarnya.
Menurut Amirullah, sektor properti dan konstruksi memiliki mata rantai usaha yang panjang. Ekosistem tersebut melibatkan pengembang, kontraktor, penyedia material, tenaga kerja, perbankan hingga pemerintah.
Karena itu, dia menilai REI Sulsel membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya mampu memperkuat organisasi, tetapi juga menjembatani kepentingan pengusaha properti dengan sektor konstruksi. REI diharapkan dapat menjadi wadah yang aktif mendorong penyelesaian berbagai persoalan dunia usaha dan pembangunan perumahan di Sulsel.
"Tantangan sektor properti ke depan membutuhkan kolaborasi yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi persoalan perizinan, pembiayaan, ketersediaan lahan, pembangunan infrastruktur, hingga akses masyarakat terhadap hunian yang layak," katanya.
Harap REI Sulsel Perkuat Kolaborasi
Amirullah berharap kepemimpinan REI Sulsel ke depan mampu memperkuat ekosistem usaha sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Menurutnya, penguatan kolaborasi lintas asosiasi penting agar sektor properti dan konstruksi dapat tumbuh secara berkelanjutan.
"Harapan kami REI Sulsel ke depan semakin solid, semakin kuat memperjuangkan kepentingan pengusaha, tetapi juga tetap mengambil bagian dalam mendorong pembangunan daerah dan penyediaan hunian bagi masyarakat," ujar Amirullah.
Dia mengatakan Gapeksindo Sulsel siap membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan REI Sulsel apabila Badris mendapat amanah memimpin organisasi tersebut. Kolaborasi itu dinilai dapat memperkuat hubungan antara pengembang dan kontraktor dalam menopang pembangunan properti di Sulsel.
"Kami dari Gapeksindo tentu siap berkolaborasi dengan REI Sulsel. Pengembang membutuhkan kontraktor, begitu juga kontraktor membutuhkan proyek dan ekosistem usaha yang sehat," katanya.
"Kalau ini bisa disinergikan, dampaknya bukan hanya untuk pengusaha, tetapi juga untuk tenaga kerja dan ekonomi Sulsel," sambungnya.
Amirullah menambahkan sinergi REI dengan organisasi pengusaha konstruksi juga dapat didorong untuk meningkatkan kualitas pembangunan perumahan di Sulsel. Gapeksindo, kata dia, siap mendukung agenda bersama yang dapat memperkuat industri konstruksi dan properti.
Dia berharap Musda REI Sulsel nantinya menghasilkan pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen organisasi. Kepemimpinan baru juga diharapkan menjadikan REI Sulsel semakin adaptif serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan sektor perumahan dan properti. (*)