CENDEKIA MEDIA - Sepucuk granat nanas ditemukan di dalam pekarangan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar, Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (1/4/2026).
Granat berwarna hijau army tersebut ditemukan di area belakang kantor BPN Makassar, tepatnya di dalam tong sampah yang berada di depan masjid dekat pintu belakang.
Sekuriti BPN Makassar, Ahmad Awaluddin, mengatakan granat itu pertama kali diketahui sekitar pukul 08.48 Wita oleh petugas kebersihan.
“Awalnya petugas sampah memungut sampah dari dalam tong, lalu tumpah. Saat dilihat, ternyata ada granat berbentuk nanas,” ujarnya di lokasi.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak sekuriti yang berjaga di pos pintu belakang.
“Setelah itu saya amankan barangnya, lalu melapor di grup internal dan tim BPN meneruskan laporan ke Brimob,” katanya.
Tim Gegana Satbrimob Polda Sulsel kemudian tiba di lokasi dan mengevakuasi granat tersebut sekitar pukul 11.47 Wita.
Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Mansur, mengatakan pihaknya langsung menurunkan personel penjinak bom (jibom) setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Setelah ada informasi, kami menyiapkan personel jibom untuk melaksanakan evakuasi,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, granat yang ditemukan berjumlah satu buah dan masih dalam kondisi aktif.
“Masih aktif. Dilihat dari ciri-cirinya, itu granat pabrikan,” katanya.
Ia menegaskan, granat tersebut sangat berbahaya jika tidak segera diamankan karena berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.
“Granat itu sangat berbahaya jika tidak dilakukan evakuasi pengamanan dan disposal langsung,” jelasnya.
Setelah dievakuasi, granat tersebut langsung dimusnahkan (disposal) sesuai prosedur Korps Brimob di lokasi yang aman dan jauh dari permukiman warga, yakni di kawasan Tanjung.
Menurut Mansur, sebelum proses disposal dilakukan, tim terlebih dahulu melakukan peninjauan untuk memastikan lokasi steril dari aktivitas masyarakat.
“Kami mencari tempat paling aman dan jauh dari masyarakat. Setelah dipastikan steril, kami menyampaikan ke warga sekitar sebelum melakukan disposal,” pungkasnya. (*)
Granat berwarna hijau army tersebut ditemukan di area belakang kantor BPN Makassar, tepatnya di dalam tong sampah yang berada di depan masjid dekat pintu belakang.
Sekuriti BPN Makassar, Ahmad Awaluddin, mengatakan granat itu pertama kali diketahui sekitar pukul 08.48 Wita oleh petugas kebersihan.
“Awalnya petugas sampah memungut sampah dari dalam tong, lalu tumpah. Saat dilihat, ternyata ada granat berbentuk nanas,” ujarnya di lokasi.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak sekuriti yang berjaga di pos pintu belakang.
“Setelah itu saya amankan barangnya, lalu melapor di grup internal dan tim BPN meneruskan laporan ke Brimob,” katanya.
Tim Gegana Satbrimob Polda Sulsel kemudian tiba di lokasi dan mengevakuasi granat tersebut sekitar pukul 11.47 Wita.
Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Sulsel, Kompol Mansur, mengatakan pihaknya langsung menurunkan personel penjinak bom (jibom) setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Setelah ada informasi, kami menyiapkan personel jibom untuk melaksanakan evakuasi,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan, granat yang ditemukan berjumlah satu buah dan masih dalam kondisi aktif.
“Masih aktif. Dilihat dari ciri-cirinya, itu granat pabrikan,” katanya.
Ia menegaskan, granat tersebut sangat berbahaya jika tidak segera diamankan karena berpotensi membahayakan masyarakat sekitar.
“Granat itu sangat berbahaya jika tidak dilakukan evakuasi pengamanan dan disposal langsung,” jelasnya.
Setelah dievakuasi, granat tersebut langsung dimusnahkan (disposal) sesuai prosedur Korps Brimob di lokasi yang aman dan jauh dari permukiman warga, yakni di kawasan Tanjung.
Menurut Mansur, sebelum proses disposal dilakukan, tim terlebih dahulu melakukan peninjauan untuk memastikan lokasi steril dari aktivitas masyarakat.
“Kami mencari tempat paling aman dan jauh dari masyarakat. Setelah dipastikan steril, kami menyampaikan ke warga sekitar sebelum melakukan disposal,” pungkasnya. (*)