CENDEKIA MEDIA - Lebih dari satu juta warga di berbagai negara Eropa menandatangani petisi yang mendesak Uni Eropa (UE) untuk menghentikan kerja sama dengan Israel. Aksi ini menjadi bagian dari gerakan sipil yang menyoroti hubungan ekonomi dan politik antara kedua pihak di tengah konflik yang terus berlangsung di Gaza.
Petisi tersebut diajukan melalui mekanisme Inisiatif Warga Eropa (European Citizens' Initiative/ECI) dan telah melampaui ambang batas hukum, yakni satu juta tanda tangan dari minimal tujuh negara anggota. Dengan capaian ini, Komisi Eropa kini wajib meninjau usulan tersebut dan memberi respons resmi.
"Satu juta orang telah berbicara: Uni Eropa harus sepenuhnya menangguhkan Perjanjian Asosiasinya dengan Israel," kata penyelenggara dalam sebuah pernyataan, menyerukan kepada para pendukung untuk terus memobilisasi menuju target baru 1,5 juta tanda tangan, seperti di kutip dari Anadolu, Rabu (15/4).
Kampanye bertajuk “Keadilan untuk Palestina” ini menilai hubungan UE dengan Israel perlu ditangguhkan, terutama karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi dalam konflik di Jalur Gaza. "Uni Eropa harus menjunjung tinggi hukum internasional dan menghentikan keterlibatannya dengan genosida Israel," tambahnya.
"Kesenjangan antara tuntutan warga Eropa dan kebijakan kepemimpinan Uni Eropa tentang Palestina terus bertambah. Uni Eropa harus bertindak," kata pernyataan itu, itu lagi.
Saat ini, UE diketahui merupakan mitra dagang terbesar Israel, dengan nilai perdagangan mencapai puluhan miliar dolar AS per tahun. Karena itu, tuntutan pemutusan atau penangguhan kerja sama dinilai dapat berdampak besar terhadap hubungan ekonomi dan diplomatik kedua pihak.
Komisi Eropa dijadwalkan akan mempelajari petisi tersebut sebelum mengambil keputusan, yang berpotensi memicu perdebatan luas di tingkat Uni Eropa terkait arah kebijakan terhadap Israel ke depan. (*)
Petisi tersebut diajukan melalui mekanisme Inisiatif Warga Eropa (European Citizens' Initiative/ECI) dan telah melampaui ambang batas hukum, yakni satu juta tanda tangan dari minimal tujuh negara anggota. Dengan capaian ini, Komisi Eropa kini wajib meninjau usulan tersebut dan memberi respons resmi.
"Satu juta orang telah berbicara: Uni Eropa harus sepenuhnya menangguhkan Perjanjian Asosiasinya dengan Israel," kata penyelenggara dalam sebuah pernyataan, menyerukan kepada para pendukung untuk terus memobilisasi menuju target baru 1,5 juta tanda tangan, seperti di kutip dari Anadolu, Rabu (15/4).
Kampanye bertajuk “Keadilan untuk Palestina” ini menilai hubungan UE dengan Israel perlu ditangguhkan, terutama karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi dalam konflik di Jalur Gaza. "Uni Eropa harus menjunjung tinggi hukum internasional dan menghentikan keterlibatannya dengan genosida Israel," tambahnya.
"Kesenjangan antara tuntutan warga Eropa dan kebijakan kepemimpinan Uni Eropa tentang Palestina terus bertambah. Uni Eropa harus bertindak," kata pernyataan itu, itu lagi.
Saat ini, UE diketahui merupakan mitra dagang terbesar Israel, dengan nilai perdagangan mencapai puluhan miliar dolar AS per tahun. Karena itu, tuntutan pemutusan atau penangguhan kerja sama dinilai dapat berdampak besar terhadap hubungan ekonomi dan diplomatik kedua pihak.
Komisi Eropa dijadwalkan akan mempelajari petisi tersebut sebelum mengambil keputusan, yang berpotensi memicu perdebatan luas di tingkat Uni Eropa terkait arah kebijakan terhadap Israel ke depan. (*)