Cendekia Media

Breaking

Drone Serat Optik Hizbullah Bikin Israel Ketakutan

Teknologi ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada sinyal nirkabel atau navigasi tradisional.

Editor Utama

Editor Utama

17 April 2026, 08:08 · 2 menit baca

4
Ilustrasi.
Ilustrasi.
CENDEKIA MEDIA — Perkembangan teknologi drone dalam konflik di perbatasan Lebanon memunculkan kekhawatiran baru bagi Israel. Media Ibrani kini menilai drone tidak lagi sekadar alat pendukung, tetapi juga telah menjadi salah satu ancaman paling kompleks bagi militer negara tersebut.

Laporan Al Jazeera pada Kamis (16/4/2026) mengungkap, Israel mulai menyoroti penggunaan generasi baru drone bunuh diri berukuran kecil yang dioperasikan melalui kabel serat optik. Teknologi ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada sinyal nirkabel atau navigasi tradisional.

Dalam laporan surat kabar Globes berjudul “Begini Cara Hizbullah Membuat Drone-nya Kebal Terhadap Intercept”, yang ditulis oleh Asaf Gilad, disebutkan bahwa inovasi ini menjadi peningkatan signifikan dalam kemampuan Hizbullah.

Drone tersebut terhubung langsung dengan kabel serat optik, yang membuatnya sulit dideteksi dan kebal terhadap gangguan sinyal elektronik. Dengan sistem ini, operator dapat mengendalikan drone secara presisi hingga mencapai target.

Media tersebut juga menyebutkan bahwa drone jenis First Person View (FPV) ini relatif murah, dengan harga sekitar 500 dolar AS, dan telah digunakan secara rutin untuk menyerang tank, kendaraan pengangkut pasukan, serta peralatan militer Israel di wilayah Lebanon.

Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi Tentara Israel, terutama dalam hal keunggulan perang elektronik yang selama ini diandalkan. Ketika gangguan sinyal tidak lagi efektif, strategi pertahanan harus beralih ke metode lain seperti intersepsi langsung atau penggunaan sistem pertahanan tambahan.

Namun, pendekatan tersebut dinilai lebih mahal dan tidak selalu efektif dalam menghadapi drone kecil yang bergerak cepat dan terbang rendah. Situasi ini menandai pergeseran signifikan dalam dinamika ancaman di kawasan perbatasan utara Israel. (*)

Baca versi AMP (cepat) →

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!