CENDEKIA MEDIA - Harga minyak goreng curah di pasaran kembali mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini terjadi di berbagai wilayah Indonesia dengan rata-rata kenaikan mencapai Rp 3.000 per liter.
Kondisi ini tentu memberatkan masyarakat terutama ibu rumah tangga.
Kondisi ini tentu memberatkan masyarakat terutama ibu rumah tangga.
Menteri Perdagangan dalam kunjungannya ke pasar tradisional mengakui adanya kenaikan harga dan berjanji akan segera melakukan intervensi.
"Kami sudah memerintahkan Bulog untuk melakukan operasi pasar dan menyalurkan minyak goreng dengan harga eceran tertinggi," ungkapnya.
Kenaikan harga ini diduga disebabkan oleh terganggunya distribusi dari produsen ke daerah-daerah. Selain itu, kenaikan harga CPO (Crude Palm Oil) di pasar internasional juga ikut berkontribusi terhadap kenaikan harga di tingkat konsumen.
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga. Namun, mereka juga meminta pemerintah untuk memastikan pasokan dari produsen tetap lancar agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran.
Ekonom dari sebuah universitas ternama menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan untuk meningkatkan subsidi atau memberikan insentif kepada produsen agar harga dapat stabil.
"Kestabilan harga minyak goreng sangat penting karena ini adalah kebutuhan pokok masyarakat," katanya.
"Kestabilan harga minyak goreng sangat penting karena ini adalah kebutuhan pokok masyarakat," katanya.
Pemerintah menargetkan bahwa dalam dua minggu ke depan harga minyak goreng sudah kembali normal. Operasi pasar akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan melibatkan TNI dan Polri untuk memastikan distribusi berjalan lancar. (*)