CENDEKIA MEDIA - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan menemui jalan buntu. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik, termasuk kemungkinan serangan lanjutan dari Israel.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Israel mulai bersiap menghadapi berbagai skenario, termasuk opsi militer terhadap Iran. Langkah ini diambil menyusul ketidakpastian hasil diplomasi yang sebelumnya diharapkan mampu meredakan konflik di kawasan.
Menteri Energi Israel, Eli Cohen, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (13/4), mengatakan bahwa Teheran dapat diserang jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
"Isu nuklir bersifat internasional, dan bagus bahwa (Presiden AS Donald) Trump telah menetapkan garis merah dalam masalah ini," kata Cohen saat berbicara kepada harian Israel, Yedioth Ahronoth, pada Minggu (12/4) waktu setempat.
Di sisi lain, kegagalan perundingan antara AS dan Iran turut memperburuk situasi. Seperti diketahui, pembahasan finalisasi gencatan senjata antara AS dan Iran yang digelar secara maraton selama 21 jam di Islamabad, dengan Pakistan sebagai mediatornya, pada Minggu (12/4), gagal mencapai kesepakatan.
Menteri Ekonomi Israel, Nir Barkat, dalam wawancara dengan Channel 14, mengklaim bahwa AS akan mencapai tujuan mereka dalam perang melawan Iran.
"Para pejabat Iran tidak memahami tekad Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kita akan kembali berperang dan mencapai tujuannya," kata Barkat.
Hingga kini, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi dan mendorong upaya dialog guna mencegah konflik yang lebih besar. (*)
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Israel mulai bersiap menghadapi berbagai skenario, termasuk opsi militer terhadap Iran. Langkah ini diambil menyusul ketidakpastian hasil diplomasi yang sebelumnya diharapkan mampu meredakan konflik di kawasan.
Menteri Energi Israel, Eli Cohen, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (13/4), mengatakan bahwa Teheran dapat diserang jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.
"Isu nuklir bersifat internasional, dan bagus bahwa (Presiden AS Donald) Trump telah menetapkan garis merah dalam masalah ini," kata Cohen saat berbicara kepada harian Israel, Yedioth Ahronoth, pada Minggu (12/4) waktu setempat.
Di sisi lain, kegagalan perundingan antara AS dan Iran turut memperburuk situasi. Seperti diketahui, pembahasan finalisasi gencatan senjata antara AS dan Iran yang digelar secara maraton selama 21 jam di Islamabad, dengan Pakistan sebagai mediatornya, pada Minggu (12/4), gagal mencapai kesepakatan.
Menteri Ekonomi Israel, Nir Barkat, dalam wawancara dengan Channel 14, mengklaim bahwa AS akan mencapai tujuan mereka dalam perang melawan Iran.
"Para pejabat Iran tidak memahami tekad Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kita akan kembali berperang dan mencapai tujuannya," kata Barkat.
Hingga kini, komunitas internasional terus memantau perkembangan situasi dan mendorong upaya dialog guna mencegah konflik yang lebih besar. (*)