Cendekia Media

Breaking

Mengapa OpenAI Benar-Benar Menutup Sora: Rugi Jutaan Dolar per Hari

Investigasi WSJ ungkap alasan sebenarnya OpenAI tutup Sora: rugi jutaan dolar per hari dengan retensi pengguna rendah.

Editor Utama

Editor Utama

30 Maret 2026, 11:16 · 3 menit baca

27
Mengapa OpenAI Benar-Benar Menutup Sora: Rugi Jutaan Dolar per Hari

Keputusan OpenAI minggu lalu untuk menutup Sora, alat pembuat video berbasis kecerdasan buatan mereka, hanya enam bulan setelah meluncurkannya kepada publik, memicu berbagai kecurigaan. Aplikasi yang mengundang pengguna untuk mengunggah wajah mereka sendiri ini dianggap oleh banyak orang sebagai semacam pengumpulan data yang rumit. Namun, menurut investigasi terbaru dari Wall Street Journal (WSJ), penjelasan sebenarnya jauh lebih membosankan: Sora adalah pembuang uang yang tidak digunakan siapa-siapa, dan mempertahankannya justru membuat OpenAI kalah dalam perlombaan AI.

Lantas apa yang sebenarnya terjadi? Setelah peluncuran yang gempar, jumlah pengguna Sora di seluruh dunia memuncak di sekitar satu juta pengguna, kemudian anjlok menjadi kurang dari 500.000 pengguna aktif. Sementara itu, aplikasi ini membakar sekitar satu juta dolar AS per hari — bukan karena orang-orang sangat menyukainya, tetapi karena pembuatan video berbasis AI sangat mahal untuk dioperasikan.

Setiap pengguna yang menempatkan diri mereka dalam adegan fantastis menggunakan Sora sedang menguras sumber daya komputasi yang sangat besar. Generasi video AI membutuhkan daya pemrosesan GPU yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan generasi teks atau gambar. Setiap detik video yang dihasilkan bisa memakan biaya beberapa dolar hanya untuk infrastruktur cloud.

Menurut sumber internal yang dikutip WSJ, tim Sora di OpenAI awalnya berharap aplikasi ini akan menjadi terobosan besar yang menarik jutaan pengguna berbayar. Namun, realitasnya sangat berbeda. Mayoritas pengguna hanya mencoba aplikasi sekali untuk bersenang-senang, kemudian tidak pernah kembali. Retensi pengguna sangat rendah, dan monetisasi hampir tidak ada.

Situation ini menjadi semakin parah ketika OpenAI menyadari bahwa mereka sedang berlomba dengan pesaing seperti Google, Anthropic, dan Meta untuk mengembangkan model AI yang lebih canggih. Sumber daya yang dihabiskan untuk Sora sebenarnya bisa dialihkan untuk pengembangan model bahasa besar (LLM) yang lebih kompetitif.

Sam Altman, CEO OpenAI, dilaporkan merasa frustrasi dengan kinerja Sora. Dalam rapat internal, dia menyatakan bahwa melanjutkan Sora adalah "kesalahan strategis" yang mengalihkan perhatian dari misi utama perusahaan: mengembangkan artificial general intelligence (AGI).

Keputusan untuk menutup Sora bukanlah hal yang mudah. Sekitar 30 karyawan yang bekerja di tim Sora harus dialihkan ke proyek lain atau di-PHK. Namun, menurut analisis finansial, langkah ini akan menghemat sekitar 300 juta dolar AS per tahun — uang yang bisa digunakan untuk penelitian dan pengembangan AI yang lebih strategis.

Para analis industri AI menyambut baik keputusan ini. "Ini menunjukkan bahwa OpenAI sekarang lebih fokus pada profitabilitas dan keberlanjutan jangka panjang," kata seorang analis teknologi senior. "Mereka belajar bahwa hype saja tidak cukup — produk harus memiliki nilai ekonomi yang jelas."

Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi industri AI secara keseluruhan. Banyak startup AI yang berlomba-lomba meluncurkan fitur-fitur spektakuler tanpa mempertimbangkan aspek bisnis dan keberlanjutan. Sora adalah contoh nyata bahwa teknologi yang mengesankan tidak otomatis menjadi produk yang sukses.

OpenAI kini mengalihkan fokus mereka ke pengembangan GPT-5 dan model AI lainnya yang lebih berpotensi menghasilkan revenue. Perusahaan juga sedang menjajaki kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi besar untuk memastikan pendanaan yang cukup bagi penelitian mereka yang ambisius.


Dikutip dari: TechCrunch / Wall Street Journal
https://techcrunch.com/2026/03/29/why-openai-really-shut-down-sora/

Baca versi AMP (cepat) →

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!