CENDEKIA MEDIA - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menegaskan bahwa tidak ada gencatan senjata yang berlaku di Lebanon di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Netanyahu, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (10/4), menyampaikan penegasan itu melalui pernyataan video yang diunggah ke media sosial X pada Kamis (9/4) waktu setempat.
“Tidak ada gencatan senjata di Lebanon hingga keamanan dipulihkan bagi para penduduk di (area permukiman) utara (Israel), Hizbullah dilucuti senjatanya, dan kesepakatan perdamaian tercapai,” kata Netanyahu dalam pernyataan tersebut.
Ia menegaskan bahwa operasi militer Israel akan tetap berlangsung hingga syarat-syarat tersebut terpenuhi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjamin keamanan wilayah utara Israel yang selama ini menjadi sasaran serangan lintas batas.
Dalam pernyataannya, Netanyahu juga menyinggung dampak operasi militer Israel terhadap hubungan dengan negara lain.
“Pencapaian yang diraih Israel telah membawa transformasi dalam hubungannya dengan negara-negara sebelumnya, tidak berada dalam lingkup hubungan tersebut,” ujarnya.
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan internasional yang mendorong penghentian konflik di Lebanon, terutama terkait eskalasi antara Israel dan kelompok Hizbullah. Namun Israel tetap bersikeras bahwa operasi militernya akan terus berlanjut sampai tujuan keamanan tercapai.
Situasi ini memperlihatkan masih sulitnya mencapai kesepakatan damai di kawasan, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah. (*)
Netanyahu, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (10/4), menyampaikan penegasan itu melalui pernyataan video yang diunggah ke media sosial X pada Kamis (9/4) waktu setempat.
“Tidak ada gencatan senjata di Lebanon hingga keamanan dipulihkan bagi para penduduk di (area permukiman) utara (Israel), Hizbullah dilucuti senjatanya, dan kesepakatan perdamaian tercapai,” kata Netanyahu dalam pernyataan tersebut.
Ia menegaskan bahwa operasi militer Israel akan tetap berlangsung hingga syarat-syarat tersebut terpenuhi. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjamin keamanan wilayah utara Israel yang selama ini menjadi sasaran serangan lintas batas.
Dalam pernyataannya, Netanyahu juga menyinggung dampak operasi militer Israel terhadap hubungan dengan negara lain.
“Pencapaian yang diraih Israel telah membawa transformasi dalam hubungannya dengan negara-negara sebelumnya, tidak berada dalam lingkup hubungan tersebut,” ujarnya.
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan internasional yang mendorong penghentian konflik di Lebanon, terutama terkait eskalasi antara Israel dan kelompok Hizbullah. Namun Israel tetap bersikeras bahwa operasi militernya akan terus berlanjut sampai tujuan keamanan tercapai.
Situasi ini memperlihatkan masih sulitnya mencapai kesepakatan damai di kawasan, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah. (*)