CENDEKIA MEDIA - Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.995 per dolar AS pada Senin (31/3) pagi. Mata uang Garuda menguat 7 poin atau 0,04 persen dari perdagangan sebelumnya.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,04 persen, baht Thailand melemah 0,09 persen, yuan China menguat 0,10 persen, peso Filipina menguat 0,14 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,50 persen.
Berita ini menjadi perhatian publik dan mengajak masyarakat untuk memahami duduk perkara yang sebenarnya.
Dolar Singapura menguat 0,02 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen pada pembukaan perdagangan pagi ini.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi dan langkah terbaik.
Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,10 persen, poundsterling Inggris menguat 0,17 persen, dan franc Swiss menguat 0,11 persen.
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi.
Senada, dolar Australia juga menguat 0,13 persen, dan dolar Kanada menguat 0,01 persen.
Perkembangan situasi ini akan terus dipantau dan diupdate melalui berbagai kanal resmi.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari kepala the Fed Powell dan pejabat the Fed William.
Semua pihak diharapkan dapat bekerja sama untuk mencari solusi yang adil dan terbaik.
"Namun penguatan diperkirakan akan terbatas mengingat sentimen pasar umumnya masih negatif dan harga minyak yang masih naik oleh eskalasi di Timteng," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
CENDEKIA MEDIA akan terus mengupdate perkembangan situasi ini.
Hari ini, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di rentang Rp16.950 per dolar AS - Rp17.050 per dolar AS.
Dikutip dari: Ekonomi
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260331092144-78-1342801/rupiah-menguat-tipis-tinggalkan-level-rp17-ribu-pagi-ini