CENDEKIA MEDIA - Universitas Indonesia (UI) berhasil meraih penghargaan internasional bergengsi untuk riset kecerdasan buatan (AI) di bidang kesehatan.
Penghargaan ini diberikan dalam konferensi internasional AI in Healthcare yang diselenggarakan di Singapura.
Penghargaan ini diberikan dalam konferensi internasional AI in Healthcare yang diselenggarakan di Singapura.
Rektor UI dalam konferensi pers menyatakan kebanggaannya atas pencapaian tim riset.
"Ini adalah bukti bahwa peneliti Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Riset ini telah melalui proses review yang sangat ketat oleh para ahli dunia," ujarnya.
"Ini adalah bukti bahwa peneliti Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional. Riset ini telah melalui proses review yang sangat ketat oleh para ahli dunia," ujarnya.
Riset yang dikembangkan berjudul "AI-Based Early Detection System for Tropical Diseases" atau sistem deteksi dini penyakit tropis berbasis AI.
Sistem ini mampu mendeteksi berbagai penyakit tropis seperti demam berdarah, malaria, dan tifus dengan akurasi mencapai 95% hanya dari gejala awal.
Sistem ini mampu mendeteksi berbagai penyakit tropis seperti demam berdarah, malaria, dan tifus dengan akurasi mencapai 95% hanya dari gejala awal.
Ketua tim peneliti menjelaskan bahwa sistem ini dikembangkan selama 3 tahun dengan melibatkan dokter, data scientist, dan ahli epidemiologi.
Database yang digunakan mencakup lebih dari 100.000 kasus dari berbagai rumah sakit di Indonesia.
"Harapan kami, sistem ini dapat diimplementasikan di puskesmas-puskesmas terutama di daerah terpencil yang minim tenaga dokter. Dengan deteksi dini, angka kematian akibat penyakit tropis dapat ditekan," jelasnya.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyatakan akan mengadopsi sistem ini untuk digunakan di fasilitas kesehatan nasional. Uji coba akan dimulai di 50 puskesmas di berbagai provinsi pada pertengahan tahun ini. (*)