Cendekia Media

Breaking

Warga Sekumur Curhat Air Bersih dan Hunian ke Satgas PRR

Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret, seperti pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Editor Utama

Editor Utama

07 April 2026, 07:12 · 2 menit baca

25
Warga Sekumur Curhat Air Bersih dan Hunian ke Satgas PRR
CENDEKIA MEDIA - Kunjungan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, ke Desa Sekumur, Aceh Tamiang, pada Sabtu (4/4), dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan pascabencana.

Dalam pertemuan yang berlangsung sederhana, ratusan warga terdampak bencana mengungkapkan kesulitan yang masih mereka hadapi, terutama terkait keterbatasan akses air bersih serta belum tersedianya hunian layak. Kondisi tersebut dirasakan sejak bencana banjir melanda wilayah itu pada akhir tahun lalu.

Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret, seperti pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Selain itu, mereka juga meminta percepatan pembangunan hunian tetap serta fasilitas sanitasi yang memadai.

"Pak, tolong kalau bisa secepatnya dibuatkan sumur bor. Air bersih sudah sulit sekali di sini. Rumah kami juga semua sudah banyak yang hilang," kata Mijah, kata seorang warga terdampak.

Tak hanya itu, warga lain bernama Deri turut menyoroti perlunya perbaikan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan yang dinilai masih sulit dilalui. Mereka juga berharap program pemulihan ekonomi dapat segera dijalankan agar kehidupan warga kembali normal.

"Harapan kami agar akses jalan kami yang sulit juga diperbaiki. Segala program pemulihan kampung kami mohon segera dipercepat. Itu harapan kami," kata Deri.

Awalnya, warga mengaku pesimistis pemerintah akan datang langsung ke desa mereka yang tergolong terpencil. Namun, kehadiran Tito Karnavian di lokasi membawa harapan baru bagi masyarakat karena dapat menyampaikan aspirasi secara langsung.

Menanggapi hal tersebut, Tito menyatakan kunjungannya bertujuan memastikan para penyintas tidak berlarut-larut hidup dalam kondisi sulit. Ia juga menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi warga, khususnya terkait penyediaan air bersih dan pembangunan hunian tetap.

Menurutnya, sebagian besar warga menginginkan konsep hunian komunal, mengingat lokasi tempat tinggal mereka berada di kawasan rawan banjir akibat luapan sungai. (*)

Baca versi AMP (cepat) →

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!