Cendekia Media

Breaking

Terungkap! Ini Rahasia Unik di Balik Ringkikan Kuda

Ringkikan kuda bukanlah suara tunggal, melainkan suara dari dua frekuensi berbeda yang dihasilkan secara bersamaan.

Admin-Editor

Admin-Editor

18 April 2026, 11:57 · 2 menit baca

1
Terungkap! Ini Rahasia Unik di Balik Ringkikan Kuda
CENDEKIA MEDIA - Suara ringkikan kuda yang khas ternyata menyimpan mekanisme ilmiah yang kompleks dan baru mulai dipahami oleh para peneliti. Selama ribuan tahun hidup berdampingan dengan manusia, cara kuda menghasilkan suara masih menjadi misteri.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Current Biology mengungkap bahwa ringkikan kuda bukanlah suara tunggal. Sebaliknya, suara tersebut terdiri dari dua frekuensi berbeda yang dihasilkan secara bersamaan.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Elodie Floriane Mandel-Briefer, pakar biologi dari University of Copenhagen. Bersama timnya, ia melakukan percobaan dengan meniupkan udara ke laring kuda.

Hasilnya, terdengar suara dengan frekuensi tinggi yang berasal dari siulan laring (laryngeal whistle) bersamaan dengan suara frekuensi rendah. Dua nada tersebut saling tumpang tindih dalam fenomena yang disebut biphonation, seperti yang dukutip dalam Popular Science, Sabtu (18/4).

Secara ilmiah, fenomena ini disebut biphonation, yakni kombinasi antara nada rendah dan nada tinggi dalam satu suara. Nada rendah berasal dari getaran pita suara akibat aliran udara dari paru-paru, mekanisme yang juga ditemukan pada manusia dan mamalia lain.

Sementara itu, nada tinggi yang tidak lazim untuk hewan sebesar kuda berasal dari mekanisme yang disebut “siulan laring” (laryngeal whistle). Para peneliti membuktikan hal ini melalui eksperimen, termasuk penggunaan helium untuk menguji perubahan frekuensi suara.

Kombinasi dua mekanisme ini membuat suara kuda terdengar unik dibandingkan hewan lain. Bahkan, kuda diduga menjadi satu-satunya hewan yang mampu menghasilkan suara melalui dua sistem sekaligus.

Lebih dari sekadar suara, ringkikan kuda juga berfungsi sebagai alat komunikasi emosional. Frekuensi tinggi dapat menunjukkan apakah emosi kuda bersifat positif atau negatif, sedangkan frekuensi rendah mencerminkan intensitasnya.

Temuan ini membuka pemahaman baru tentang komunikasi hewan. Ringkikan yang terdengar sederhana ternyata merupakan hasil dari sistem biologis yang kompleks dan canggih, sekaligus menjadi kunci untuk memahami emosi serta kesejahteraan kuda secara lebih mendalam. (*)

Baca versi AMP (cepat) →

Komentar (0)

Masuk untuk berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!